Pasar saham dunia mengalami pelemahan signifikan menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa. Tekanan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan ancaman penerapan tarif impor baru dalam skala besar terhadap negara-negara Eropa yang menolak tawaran Amerika Serikat terkait isu Greenland. Pernyataan tersebut langsung memicu kekhawatiran investor akan memburuknya hubungan dagang internasional, sehingga mendorong aksi jual di berbagai bursa utama dunia.
Di kawasan Eropa, pasar saham di London, Jerman, dan negara-negara Eropa lainnya mencatat penurunan tajam. Sejumlah sektor menjadi korban terbesar dari sentimen negatif ini, terutama perbankan, otomotif, dan ritel, yang dinilai sangat sensitif terhadap potensi hambatan perdagangan lintas negara. Saham perusahaan-perusahaan dengan ketergantungan tinggi pada ekspor ke Amerika Serikat ikut tertekan akibat meningkatnya risiko biaya dan ketidakpastian permintaan.
Sementara itu, di tengah melemahnya pasar saham, investor memilih mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman. Emas menjadi tujuan utama, seiring meningkatnya permintaan aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global. Lonjakan minat tersebut mendorong harga emas menembus rekor tertinggi baru, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar dalam menghadapi risiko geopolitik yang berpotensi berlanjut.
One thought on “Tekanan Geopolitik Seret Bursa Saham Global”