Bitcoin Tertahan di Sekitar $70.000, Sudah Mencapai Dasar atau Masih Berpotensi Turun?

Harga Bitcoin di area $70.000 dengan tekanan jual meningkat

Harga Bitcoin (BTC) kembali memasuki area krusial setelah sempat jatuh di bawah $70.000 pada Kamis (19/3).

Penurunan ini terjadi tidak lama setelah BTC menyentuh puncak kisaran harga di atas $76.000. Tekanan jual masih terlihat dominan, sementara arah pasar belum menunjukkan kepastian yang jelas.

Baca juga : ECB Tahan Suku Bunga di Tengah Konflik Timur Tengah dan Lonjakan Harga Energi

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah indikator teknikal mulai memberi sinyal kemungkinan terjadinya rebound. Namun, sinyal ini belum cukup kuat untuk memastikan bahwa harga sudah berada di titik terendah.


Tekanan Jual Menguat, Pergerakan Didominasi Futures

Penurunan harga Bitcoin saat ini didorong oleh perubahan struktur pasar, di mana dominasi mulai bergeser dari pasar spot ke pasar derivatif, khususnya futures.

Data menunjukkan:

  • Volume di pasar spot turun sekitar $40,64 juta
  • Sementara di perpetual futures turun jauh lebih besar, hingga $506,75 juta

Hal ini menandakan bahwa tekanan jual lebih banyak berasal dari trader dengan leverage dibandingkan investor spot. Dengan demikian, pergerakan harga saat ini lebih dipengaruhi oleh spekulasi jangka pendek.

Selain itu, Coinbase Premium Gap berada di zona negatif, yang mencerminkan melemahnya minat beli dari investor Amerika Serikat—yang sebelumnya menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga Bitcoin.


Sinyal Campuran: Funding Rate dan Order Book Masih Mendukung

Walaupun tekanan jual meningkat, tidak semua indikator menunjukkan pelemahan.

Funding rate Bitcoin saat ini berada di sekitar +0,05%, yang menunjukkan dominasi posisi long. Artinya, trader masih bersedia membayar untuk mempertahankan posisi bullish mereka.

Di sisi lain, order book menunjukkan adanya support yang cukup kuat di sekitar level $70.000. Baik di pasar spot maupun futures, volume bid masih relatif tebal, menandakan bahwa minat beli belum sepenuhnya hilang.

Kondisi ini menciptakan situasi tarik-menarik antara pembeli dan penjual.


Pola Fraktal dan Indikasi Rebound Mulai Terbentuk

Pergerakan harga Bitcoin saat ini menunjukkan pola yang mirip dengan fase koreksi pada 6–8 Maret.

Pada periode tersebut, harga sempat turun untuk menyapu likuiditas, sebelum akhirnya berbalik naik dengan cepat. Pola serupa kini kembali terlihat, terutama pada timeframe rendah.

Selain itu, indikator RSI memperlihatkan bullish divergence—di mana harga mencetak level terendah baru, tetapi RSI tidak ikut turun. Kondisi ini biasanya mengindikasikan melemahnya tekanan jual.

Data likuidasi juga mendukung kemungkinan ini. Terjadi pembersihan posisi long dalam jumlah besar, yang sering kali menjadi tanda awal sebelum harga kembali naik karena pasar menjadi lebih stabil dari posisi overleverage.


Level Krusial: Penentu Arah Selanjutnya

Arah pergerakan Bitcoin saat ini sangat bergantung pada beberapa level penting.

Jika harga mampu:

  • Kembali bertahan di atas $70.000
  • Menembus level $72.000

Maka ada potensi terjadinya short squeeze, dengan target kenaikan menuju $76.000.

Namun, jika harga justru gagal bertahan dan:

  • Turun di bawah $68.300

Maka risiko penurunan lanjutan terbuka ke area:

  • $65.000
  • $62.000 sebagai zona likuiditas besar

Beberapa analis juga menyoroti level $73.000 sebagai batas penting. Kegagalan bertahan di atas level ini dapat menunjukkan lemahnya kekuatan buyer dan membuka peluang penurunan lebih lanjut.

Baca juga : Jet Tempur F-35 AS Diduga Terkena Serangan Iran, Mendarat Darurat di Timur Tengah


Kesimpulan

Pergerakan Bitcoin di sekitar $70.000 mencerminkan kondisi pasar yang masih belum pasti.

Di satu sisi, terdapat indikasi teknikal yang mendukung potensi kenaikan. Namun di sisi lain, tekanan jual dari pasar futures serta melemahnya permintaan di pasar spot tetap menjadi risiko utama.

Selama belum ada konfirmasi yang kuat dari sisi volume dan struktur harga, menyimpulkan bahwa Bitcoin telah mencapai titik terendah masih terlalu prematur. Untuk saat ini, pasar cenderung berada dalam fase konsolidasi dengan kemungkinan pergerakan ke dua arah yang sama besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *