IHSG Masih Melemah, Purbaya Beri Penjelasan

IHSG melemah pada perdagangan Februari 2026, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa minta investor tetap tenang

JAKARTA, ESCN – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi pada sesi II perdagangan Senin (2/2/2026).

Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap tenang menyikapi pergerakan pasar. Menurut Purbaya, fluktuasi IHSG saat ini masih tergolong normal, terutama karena adanya proses pergantian Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membuat pelaku pasar bersikap menunggu.

Baca juga : TikTok dan Snap Selesaikan Gugatan Terkait Kecanduan Medsos

Diketahui, IHSG tercatat turun 454 poin atau sekitar 5,41% ke level 7.878. Sepanjang perdagangan hari itu, indeks sempat menyentuh level tertinggi 8.313 dan terendah 7.858.

“Pergerakan naik-turun seperti ini wajar saja. Apalagi sedang ada pergantian pimpinan OJK. Pasar kemungkinan masih menunggu kepastian terkait siapa yang akan menjabat, sehingga muncul ketidakpastian sementara,” ujar Purbaya saat ditemui di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Selasa (3/2/2025).

Ia menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan terus diperkuat oleh berbagai kebijakan pemerintah. Purbaya juga menyampaikan keyakinannya terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2026.

“Kalau saya pribadi, justru melihat ini sebagai peluang untuk masuk di harga bawah. Dasar ekonomi kita masih solid, tidak ada yang berubah, dan ke depan justru akan semakin baik,” katanya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak menunjukkan reaksi emosional atas penurunan tajam IHSG. Menurutnya, Presiden memahami dinamika pasar modal dan menekankan pentingnya memahami akar masalah secara menyeluruh.

“Presiden tidak marah. Beliau menyadari bahwa pasar saham memang dinamis. Yang utama adalah kita mampu mengidentifikasi penyebabnya dan melakukan perbaikan yang tepat dan berkelanjutan,” ujar Prasetyo di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).

Sebagai informasi, IHSG sempat mengalami tekanan signifikan sejak akhir Januari hingga awal Februari 2026, bahkan sempat memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor dan pelaku pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *