IHSG diperkirakan berpeluang menguat pada perdagangan Senin (23/2/2026) dengan proyeksi pergerakan di kisaran 8.440–8.503. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati strategi yang tepat dalam menentukan pilihan saham.
Pada perdagangan Jumat, 20 Februari 2026, IHSG ditutup melemah tipis 0,03% ke level 8.271, masih dibayangi tekanan jual. Menurut analis MNC Sekuritas, Herditya, selama IHSG mampu bertahan di atas level 8.170, indeks masih berpotensi melanjutkan penguatan sebagai bagian dari pola wave © dari wave [x], dengan target menuju 8.440–8.503.
Namun, ia juga mengingatkan adanya kemungkinan koreksi ke area 8.059–8.119. Untuk perdagangan awal pekan, level support berada di 8.170 dan 8.025, sementara resistance di 8.408 dan 8.596.
Baca juga: Prabowo: 12 Investor AS Optimistis pada Ekonomi RI
Sementara itu, riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menilai IHSG berpotensi menguat secara terbatas dengan rentang support 8.200 dan resistance 8.360.
Rekomendasi Saham
PT Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).
Adapun Herditya memilih saham PT Blue Bird Tbk (BIRD), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), serta PT PAM Mineral Tbk (NICL).
Rekomendasi Teknikal
1. BIRD – Spec Buy
Saham BIRD naik 0,57% ke level 1.750 dengan dominasi volume pembelian meski mulai menurun. Selama harga bertahan di atas 1.710 sebagai batas stoploss, posisinya diperkirakan berada pada bagian wave (v) dari wave [i].
Rekomendasi beli di 1.725–1.740, dengan target harga 1.765 dan 1.785. Stoploss di bawah 1.710.
2. BRMS – Buy on Weakness
BRMS menguat 0,47% ke 1.060, namun masih disertai tekanan jual dan belum mampu menembus MA20. Diperkirakan saham berada pada bagian wave ii dari wave (c) dari wave [b].
Rekomendasi beli di 985–1.035, target 1.120 dan 1.225, dengan stoploss di bawah 900.
3. INCO – Buy on Weakness
INCO naik 0,73% ke 6.900 dengan dukungan volume pembelian. Saat ini diperkirakan berada pada bagian wave [iv] dari wave 5.
Rekomendasi beli di 6.425–6.775, target 7.225 dan 7.625, stoploss di bawah 6.350.
4. NICL – Buy on Weakness
NICL terkoreksi 4,38% ke 1.200 dan masih dibayangi tekanan jual serta belum menembus MA60. Posisi saham diperkirakan berada pada bagian wave B dari wave (B).
Rekomendasi beli di 1.100–1.170, target 1.375 dan 1.470, dengan stoploss di bawah 1.040.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan analisis sebelum membeli atau menjual saham.
Penutupan IHSG 20 Februari 2026
Sebelumnya, pada Jumat (20/2/2026), IHSG ditutup turun tipis 0,03% ke level 8.271,76 di tengah tekanan pada mayoritas sektor dan penguatan rupiah terhadap dolar AS. Indeks LQ45 justru naik 0,12% ke 835,27.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyebut pelemahan IHSG dipengaruhi sentimen eksternal. Bursa Asia melemah seiring meningkatnya aktivitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Ketegangan antara AS dan Iran memanas setelah Presiden Donald Trump menetapkan tenggat 10–15 hari untuk pembicaraan kesepakatan nuklir. Pasar menilai langkah tersebut sebagai bentuk tekanan terhadap Iran dalam proses negosiasi.
AS juga dilaporkan mengerahkan kekuatan militer terbesar di Timur Tengah sejak invasi Irak 2003. Situasi ini meningkatkan risiko gangguan pada jalur vital ekspor minyak dunia di Selat Hormuz apabila konflik meluas.
Dari dalam negeri, Indonesia dan AS telah menandatangani draft kesepakatan tarif sebesar 19% yang diwakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Perwakilan Dagang AS. Meski memberi kepastian bagi pelaku usaha dan investor, belum ada kejelasan kapan kebijakan tarif tersebut mulai diberlakukan.