Jakarta, ESCN – Nama Bill Gates, salah satu miliarder paling berpengaruh di dunia, ikut tercantum dalam dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein. Berkas yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ) mengungkap adanya komunikasi antara Gates dan Epstein, yang sebelumnya divonis dalam kasus kejahatan seksual serta perdagangan manusia.
Dalam dokumen tersebut terdapat draf email dari Epstein yang memuat tudingan serius terhadap Gates. Epstein mengklaim bahwa hubungannya dengan pendiri Microsoft itu mencakup permintaan bantuan untuk memperoleh obat guna mengatasi dampak hubungan seksual dengan seorang perempuan asal Rusia. Selain itu, ia juga disebut memfasilitasi pertemuan terlarang dengan perempuan yang telah menikah.
Tak hanya itu, ada pula draf email yang memperlihatkan percakapan antara keduanya terkait isu pandemi. Hal ini memicu kehebohan di media sosial, dengan sejumlah warganet berspekulasi bahwa mereka membicarakan simulasi pandemi Covid-19.
Baca juga : Nvidia Perluas Pendekatan Dini ke Startup AI di India
Gates telah memberikan klarifikasi mengenai hubungannya dengan Epstein serta berbagai spekulasi yang berkembang, termasuk tudingan bahwa ia terlibat dalam perencanaan pandemi. Ia membantah seluruh anggapan tersebut. Gates menegaskan bahwa pertemuannya dengan Epstein yang dimulai pada 2011 semata-mata untuk kepentingan penggalangan dana di bidang kesehatan. Ia juga menyatakan tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein di Karibia maupun terlibat dengan perempuan yang disebut-sebut disediakan Epstein.
Batalkan Kehadiran di India
Terlepas dari polemik tersebut, Gates kini terlihat jarang muncul di ruang publik. Ia membatalkan kehadirannya sebagai pembicara utama dalam acara “AI Impact Summit” di India hanya beberapa jam sebelum jadwal pidatonya pada Kamis (19/2).
Pihak The Gates Foundation menyampaikan bahwa Gates tidak jadi memberikan sambutan untuk memastikan fokus acara tetap pada agenda utama di bidang kecerdasan buatan, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Baca juga: Ray Dalio Sebut Tatanan Dunia Runtuh, Dampaknya bagi Crypto
Sebelumnya, yayasan tersebut sempat membantah kabar bahwa Gates akan absen dari forum besar yang digelar pemerintah India, dan menegaskan ia tetap dijadwalkan hadir.
Dalam acara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi dijadwalkan berpidato bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron. Sejumlah tokoh teknologi dunia juga masuk daftar pembicara, antara lain CEO Google Sundar Pichai, CEO OpenAI Sam Altman, serta CEO Anthropic Dario Amodei.
Ketidakhadiran Gates terjadi setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, juga membatalkan partisipasinya. Situasi ini menambah sorotan terhadap forum AI yang digadang-gadang sebagai ajang pertama berskala besar di kawasan Global Selatan.
AI Impact Summit Disorot karena Kekacauan
AI Impact Summit perdana di India justru ramai diperbincangkan bukan karena inovasi yang dipamerkan, melainkan karena berbagai masalah penyelenggaraan. Sejumlah pihak menilai acara tersebut mencerminkan lemahnya perencanaan.
Aula pameran ditutup untuk umum secara mendadak pada Kamis (19/2), memicu kekecewaan peserta. Sehari sebelumnya, Universitas Galgotias diminta menutup stan mereka setelah salah satu stafnya mempresentasikan anjing robot komersial asal China sebagai hasil karya sendiri.
Selain itu, penutupan sejumlah ruas jalan demi kelancaran tamu VIP menyebabkan kemacetan parah di kota. Beredar pula rekaman di media sosial yang memperlihatkan puluhan peserta harus berjalan kaki cukup jauh di pusat Delhi akibat minimnya akses transportasi dan ketiadaan layanan antar-jemput.
Akumulasi berbagai persoalan tersebut membuat gelaran AI pertama India ini menuai kritik luas dari publik dan peserta acara.