Harga emas di pasar internasional kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah, dengan level harga melampaui US$4.800 per ounce. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya minat investor terhadap aset aman seiring memburuknya situasi geopolitik global.
Salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan harga emas adalah meningkatnya ketegangan politik antara Amerika Serikat dan negara-negara NATO/Uni Eropa, khususnya terkait isu Greenland. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas global, sehingga investor cenderung mengalihkan dana mereka ke instrumen yang dinilai lebih aman seperti emas.
Baca juga : IHSG Melemah di Sesi Awal Perdagangan, Pelaku Pasar Cermati Risiko Global dan Keputusan Bank Indonesia
Selain faktor geopolitik, pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat turut memperkuat reli harga emas. Ketika dolar melemah, emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan global terhadap logam mulia ini meningkat. Situasi ini mempertegas peran emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik dunia.
Kombinasi antara risiko geopolitik yang meningkat dan tekanan pada dolar AS membuat harga emas terus bergerak naik dan diperkirakan tetap volatil dalam waktu dekat, mengikuti perkembangan kondisi global.
Sumber Berita:
Reuters – Gold crosses $4,800 for first time as geopolitical tensions rise
Investing.com Indonesia – Harga emas meroket melampaui US$4.800/oz di tengah ketegangan geopolitik
Bloomberg – Gold’s Safe-Haven Appeal Drives Record Prices