Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan perekonomian global akan tumbuh stabil di kisaran 3,3% pada tahun 2026. Proyeksi ini menunjukkan peningkatan tipis dibandingkan perkiraan sebelumnya, mencerminkan ketahanan ekonomi dunia di tengah berbagai tekanan global.
IMF menilai bahwa investasi di sektor teknologi, khususnya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan tersebut. Lonjakan belanja pada infrastruktur digital, pusat data, dan pengembangan teknologi canggih telah mendorong produktivitas serta aktivitas ekonomi, terutama di Amerika Serikat dan sejumlah negara maju lainnya.
Meski demikian, IMF mengingatkan bahwa prospek positif ini tidak lepas dari sejumlah risiko. Ketergantungan yang tinggi pada sektor teknologi berpotensi menimbulkan kerentanan apabila laju investasi AI melambat atau terjadi gelembung di pasar teknologi. Selain itu, ketidakpastian geopolitik dan dinamika perdagangan global masih dapat memengaruhi stabilitas ekonomi dunia.
Secara keseluruhan, IMF memandang ekonomi global pada 2026 berada dalam kondisi yang relatif tangguh. Namun, keberlanjutan pertumbuhan tetap bergantung pada pengelolaan risiko, stabilitas pasar keuangan, serta kemampuan negara-negara untuk memastikan bahwa manfaat investasi teknologi dapat terealisasi secara berkelanjutan.