Dalam perdagangan 24 jam terakhir, harga dua aset kripto terbesar dunia, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), mengalami koreksi tajam akibat sentimen pasar yang memburuk dan tekanan eksternal.
Menurut data pasar kripto global per 21 Januari 2026, Bitcoin turun sekitar 4,6% sehingga diperdagangkan di kisaran USD 88.000-an, menunjukkan tekanan jual signifikan setelah reli sebelumnya gagal bertahan. Sementara itu, Ethereum melemah lebih dalam, turun sekitar 8,1% dengan harga di bawah USD 3.000, mencerminkan aksi jual yang lebih tajam di kalangan aset berisiko. Penurunan ini tidak hanya terjadi pada kedua aset utama tersebut, tetapi juga diikuti oleh altcoin lain seperti BNB dan Solana, sedangkan stablecoin cenderung stabil.
Penurunan harga ini kontras dengan perilaku aset safe-haven seperti emas dan perak yang justru menguat tajam, menandakan bahwa investor tengah berpindah dari aset berisiko seperti kripto menuju instrumen yang dipandang lebih aman di tengah ketidakpastian pasar global.
Sentimen pasar juga menunjukkan kecenderungan risiko-off, di mana Fear & Greed Index mencatat level rendah yang menggambarkan meningkatnya ketakutan investor terhadap aset berisiko termasuk kripto.