Startup kecerdasan buatan (AI) milik Elon Musk, xAI, tengah menghadapi gejolak internal setelah dua pendirinya, Tony Wu dan Jimmy Ba, memutuskan mundur. Keduanya telah sekitar tiga tahun terlibat dalam pengembangan perusahaan yang dibangun untuk menyaingi dominasi OpenAI di industri AI.
Pengunduran diri ini menambah daftar kepergian tokoh penting dari xAI. Dari total 12 pendiri awal, kini hanya tersisa separuhnya. Menurut laporan Financial Times, keputusan Ba mundur disebut-sebut berkaitan dengan ketegangan di tim teknis. xAI saat ini berada di bawah tekanan untuk meningkatkan performa model AI mereka, seiring ambisi Musk mengejar ketertinggalan dari pesaing seperti OpenAI dan Anthropic.
Baca juga : CEO Databricks Ungkap Dampak AI terhadap Masa Depan SaaS
Ba belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar. Ba dan Wu sama-sama mengumumkan keputusan mereka melalui akun pribadi di platform X, tanpa menjelaskan alasan detail di balik langkah tersebut. Keduanya tetap menyampaikan apresiasi kepada Musk, sebagaimana dikutip Reuters pada Rabu (11/2/2026).
Pergantian besar di tubuh xAI terjadi tak lama setelah SpaceX—perusahaan antariksa milik Musk—mengumumkan rencana akuisisi terhadap xAI. Langkah ini ditujukan untuk membentuk entitas gabungan dengan valuasi mencapai US$1,25 triliun atau sekitar Rp20.980 triliun.
Selain itu, Musk juga menyampaikan rencana membawa perusahaan hasil penggabungan SpaceX dan xAI melantai di bursa melalui IPO tahun ini. Dana yang dihimpun dari penawaran saham perdana tersebut diharapkan dapat mendukung ambisi Musk membangun pusat data di luar angkasa.