Prabowo Akan Paparkan Kondisi Ekonomi RI Besok

Presiden Prabowo Subianto memaparkan kondisi ekonomi Indonesia dalam Indonesia Economic Outlook 2026

Jakarta – COO BPI Danantara, Dony Oskaria, memastikan Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri forum sarasehan ekonomi yang digelar besok siang bertajuk Indonesia Economic Outlook 2026.

Dalam forum tersebut, pemerintah berencana menyampaikan secara terbuka gambaran menyeluruh mengenai situasi dan perkembangan ekonomi Indonesia.

“Iya dong, iya dong (Prabowo akan hadir),” ujar Dony saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026).

Baca juga : CT: Dunia Telah Memasuki Era Kekacauan, Ini Faktor Pemicunya

Saat ditanya lebih lanjut mengenai materi yang akan dipaparkan Danantara, Dony enggan merinci. Ia hanya menegaskan bahwa pemerintah akan terbuka dalam menjelaskan kondisi ekonomi nasional.

“Ini kan Indonesia, Danantara cuma penyelenggara. Macam-macam lah besok, pokoknya disimak saja,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, acara Indonesia Economic Outlook 2026 akan berlangsung di Wisma Danantara, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, mulai pukul 13.00 WIB.

Sarasehan ini digelar setelah Indonesia menerima outlook kredit negatif dari Moody’s. Selain itu, MSCI juga merilis laporan bernada negatif terhadap pasar modal Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan memberikan penjelasan langsung mengenai kondisi ekonomi nasional. Rencana ini sebelumnya disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Rabu (11/2/2026).

Menurut Airlangga, Presiden meminta agar pemerintah memberikan penjelasan komprehensif melalui forum sarasehan ekonomi tersebut, termasuk memaparkan posisi pemerintah dan berbagai program unggulan yang tengah dijalankan.

Ia menambahkan, sejumlah isu akan dibahas, terutama terkait peningkatan penerimaan negara serta rencana pengelolaan ekonomi oleh BPI Danantara.

Terkait laporan lembaga pemeringkat, Airlangga menjelaskan bahwa peringkat Indonesia dari Moody’s, Fitch, dan S&P masih berada pada level layak investasi (investment grade). Namun, Moody’s memang memberikan outlook negatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *