Washington DC, ESCN Media – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengungkap bahwa keputusan Washington menyerang Iran berkaitan dengan rencana serangan Israel. AS, menurutnya, telah mengetahui lebih dulu bahwa Israel akan melancarkan aksi militer dan memperkirakan Teheran akan membalas dengan menyasar pasukan Amerika di kawasan.
Seperti dilaporkan AFP pada Selasa (3/3/2026), pernyataan itu disampaikan Rubio kepada wartawan sehari sebelumnya. Ia saat itu tengah bersiap memberi penjelasan kepada anggota parlemen AS mengenai latar belakang operasi militer terhadap Iran.
Baca juga: Selat Hormuz Ditutup, Apakah Bitcoin Berisiko Tembus di Bawah US$60.000?
Rubio menyatakan pemerintah AS telah mendapat informasi bahwa serangan Israel hampir pasti memicu respons Iran terhadap pasukan Amerika. Jika Washington tidak bertindak lebih dulu, ia menilai potensi korban di pihak AS akan jauh lebih besar.
“Kami tahu akan ada tindakan dari Israel. Kami tahu itu akan memicu serangan terhadap pasukan Amerika. Jika kami tidak menyerang lebih dulu, korban kami bisa lebih banyak,” ujar Rubio.
Ia juga menyebut Iran telah menginstruksikan komandan lapangannya untuk langsung merespons bila terjadi serangan yang melibatkan pasukan AS.
Menurut Rubio, keputusan Presiden Donald Trump untuk melakukan serangan bersama Israel merupakan langkah yang dinilai tepat demi mencegah kerugian lebih besar. Ketika ditanya soal adanya ancaman mendesak dari Iran—isu krusial karena Kongres memiliki kewenangan konstitusional untuk menyatakan perang—Rubio kembali merujuk pada rencana ofensif Israel.
Baca juga: Masa Depan Tesla Versi Elon Musk: Bangun Pabrik di Bulan
“Ada ancaman nyata. Kami meyakini jika Iran diserang, mereka akan segera menyerang kami,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa AS tidak akan tinggal diam jika mengetahui risiko tersebut namun memilih tidak bertindak.
Pernyataan itu memicu kritik dari anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Joaquin Castro. Ia menilai komentar Rubio mengindikasikan bahwa langkah Israel justru menempatkan pasukan AS dalam bahaya. Melalui media sosial X, Castro menyebut situasi tersebut tidak dapat diterima, baik dari Presiden maupun dari negara yang mengaku sebagai sekutu.
Secara terpisah, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa Israel melakukan serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat penting lainnya setelah muncul informasi intelijen mengenai pertemuan mereka di Teheran.
Meski demikian, Rubio menegaskan pemerintahan Trump memang memandang operasi terhadap Iran sebagai langkah yang pada akhirnya harus dilakukan, terlepas dari momentum pelaksanaannya. “Apa pun situasinya, operasi ini pada akhirnya memang perlu dijalankan,” ujarnya.