Iran Tuduh Trump Dipengaruhi Netanyahu, Klaim 500 Tentara AS Tewas

Ilustrasi Iran menuduh Trump dipengaruhi Netanyahu dalam konflik AS-Iran yang menewaskan 500 tentara AS

Jakarta, ESCN Media – Sekretaris Dewan Keamanan Tertinggi Iran, Ali Larijani, menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump berada di bawah pengaruh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam eskalasi konflik terbaru antara kedua negara.

Dalam pernyataannya pada Rabu (4/3/2026) melalui media sosial X, Larijani mengklaim bahwa lebih dari 500 tentara Amerika Serikat tewas sejak pecahnya perang pada Sabtu (28/2/2026).

Mengutip laporan Anadolu Agency, Larijani menyebut Trump telah terpengaruh oleh apa yang ia sebut sebagai “tindakan konyol” Netanyahu. Ia juga menuding Presiden AS menyeret rakyat Amerika ke dalam konflik yang disebutnya tidak adil terhadap Iran.

Baca juga: Kenaikan Harga Minyak Terdorong Konflik AS-Israel-Iran, Brent Tembus USD 85 per Barel

“Sekarang ia harus memperhitungkan, dengan lebih dari 500 tentara Amerika tewas hanya dalam beberapa hari terakhir,” tulis Larijani. Ia kemudian mempertanyakan prioritas kebijakan luar negeri Washington dengan kalimat, “Apakah yang utama masih Amerika, atau Israel?”

Larijani turut menyampaikan ancaman pembalasan atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Dalam unggahannya, ia menyatakan bahwa kemartiran Khamenei akan menuntut harga mahal.

Ayatollah Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada akhir pekan lalu. Serangan tersebut terjadi tidak lama setelah perundingan nuklir antara Washington dan Teheran kembali mengalami kebuntuan.

Sebelumnya, pihak mediator menyebut masih terdapat secercah harapan dalam negosiasi itu dan merencanakan pertemuan lanjutan di tingkat teknis. Namun, serangan militer tersebut dinilai menggagalkan peluang kelanjutan dialog.

Baca juga: Iran Lumpuh Total Akibat Serangan AS dan Israel, Internet Terhenti di Seluruh Negeri

Sebagai respons, Iran disebut telah melancarkan sejumlah aksi balasan, termasuk serangan terhadap pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah serta serangan ke wilayah Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *