Jakarta, ESCN – Elon Musk dikabarkan tengah mempertimbangkan pembangunan sistem peluncur elektromagnetik raksasa di Bulan untuk mengirim satelit berbasis kecerdasan buatan (AI) ke orbit. Ide ini menjadi bagian dari rencana yang lebih besar, yakni mendirikan fasilitas produksi satelit AI di Bulan guna memenuhi kebutuhan komputasi dan energi AI di masa mendatang.
Informasi mengenai rencana tersebut pertama kali dilaporkan oleh The New York Times. Dalam sebuah pertemuan internal perusahaan AI miliknya, xAI, Musk disebut membahas kemungkinan memindahkan sebagian infrastruktur teknologi ke luar angkasa.
Baca juga : Akhir Era GPT-4o: OpenAI Sederhanakan Model ChatGPT
Gagasan ini sebenarnya bukan hal baru. Setelah penggabungan xAI dengan SpaceX, Musk menilai kebutuhan energi untuk pengembangan AI terus meningkat dan semakin sulit dipenuhi hanya melalui pusat data di Bumi. Ia menyoroti bahwa pusat data AI saat ini memerlukan pasokan listrik dan sistem pendingin dalam skala besar.
Musk juga memperingatkan bahwa lonjakan permintaan listrik global untuk AI berpotensi membebani masyarakat dan lingkungan dalam jangka panjang. Dalam sebuah siniar, ia bahkan menyatakan bahwa ruang angkasa bisa menjadi lokasi paling ekonomis untuk mengoperasikan sistem AI dalam waktu sekitar tiga tahun ke depan.
Konsep yang diajukan mencakup pembangunan pabrik satelit AI di Bulan, lengkap dengan sistem peluncur elektromagnetik yang dikenal sebagai mass driver. Teknologi ini dirancang untuk melontarkan satelit ke orbit dengan memanfaatkan gaya gravitasi Bulan yang lebih rendah dibandingkan Bumi.
Menurut Musk, sistem AI di masa depan akan membutuhkan kapasitas komputasi jauh lebih besar dari saat ini. Karena itu, ia menilai Bumi mungkin tidak lagi memadai untuk menopang seluruh kebutuhan tersebut.
Sejumlah pengamat menilai rencana ini sebagai langkah inovatif. Bulan dianggap memiliki berbagai keunggulan, seperti gravitasi rendah yang mempermudah proses peluncuran, ketiadaan atmosfer sehingga tidak terpengaruh cuaca, serta paparan sinar matahari yang melimpah. Lingkungan luar angkasa yang dingin juga dinilai dapat membantu proses pendinginan sistem komputasi skala besar. Selain itu, risiko bencana alam di Bulan jauh lebih kecil dibandingkan di Bumi.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada jadwal maupun peta jalan resmi terkait realisasi proyek tersebut. Di sisi lain, xAI yang berdiri pada 2023 dan dikenal melalui chatbot Grok disebut tengah mengalami dinamika internal. SpaceX juga dilaporkan sedang mempertimbangkan kemungkinan penawaran saham perdana (IPO). Hingga kini, pihak xAI belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar tersebut.